Senin, 02 Januari 2012

Jalan Kumuh Los Felidas

Los Felidas adalah nama sebuah jalan di ibu kota sebuah negara di Amerika Selatan, yang terletak di kawasan terkumuh di seluruh kota. Ada sebuah kisah Natal yang menyebabkan jalan itu begitu dikenang orang, dan itu dimulai dari kisah seorang pengemis wanita yang juga ibu seorang gadis kecil. Tidak seorangpun yang tahu nama aslinya, tapi beberapa orang tahu sedikit masa lalunya, yaitu bahwa ia bukan penduduk asli disitu, melainkan dibawa oleh bekas suaminya dari kampung halamannya.
Seperti kebanyakan kota besar di dunia ini, kehidupan masyarakat kota terlalu berat untuk mereka, dan belum setahun mereka di kota itu, mereka kehabisan seluruh uangnya, dan pada suatu pagi mereka sadar bahwa mereka tidak tahu dimana mereka tidur malam nanti dan tidak sepeserpun uang ada di kantong. Padahal mereka sedang menggendong bayi mereka yang berumur 1 tahun. Dalam keadaan panik dan putus asa, mereka berjalan dari satu jalan ke jalan lainnya, dan akhirnya tiba di sebuah jalan sepi dimana puing-puing sebuah toko seperti memberi mereka sedikit tempat untuk berteduh.

Batu Menagis Dari Korea

Ketika terjadi invasi Jepang ke Korea yang disebut Imjin Weoran, pemerintah daerah Jinju memperbaiki dinding batu istana yang terbuat dari tanah. Dalam pekerjaan perbaikan itu seluruh warga penduduknya, baik rakyat jelata maupun biksu mengumpulkan batu-batu dan membentengi istananya. Suatu hari seorang biksu bernama Myeongseok melewati depan desa untuk pulang ke kuilmua setelah pekerjaan gotong royong tersebut selesai. Tiba-tiba dia melihat dua buah batu yang sedang menggelinding. Biksu Myeongseok merasa aneh dan bertanya sambil komat-komit sendirian, "Hai Batu-batu! hendak bergegas-gegas kemana kah kalian?" Batu-batu segera menjawab bahwa mereka sedang menuju ke tempat pekerjaan membentengi istana Jinju untuk menjadi batu dinding istana. Setelah mendengarnya, sang biksu memberitahukan kepadanya bahwa pekerjaan itu sudah selesai. Batu-batu yang mendengar hal itu kemudian berhenti dan mulai menangis meraung-raung di tempat mereka berhenti. Biksu Myeongseok yang menyaksikannya terkagum akan hal tersebut dengan mengatakan bahwa batu-batu ini sangat suci, kemudian dia menundukkan kepalanya sembilan kali ke arah kedua buah batu itu.
Sejak saat itu Batu tersebut dinamakan Undol atau Myeongseok dalam karakter Cina dan lembah yang didatangi batu-batu itu disebut Gubaegol dan Gubokgol yang bermakna lembah dimana terjadi peristiwa sembilan kali menundukkan kepala. Dikatakan bahwa batu-batu itu menangis selama tiga hari pada saat terjadinya peristiwa penting dalam negeri.

Minggu, 01 Februari 2009

Round-Up Serie A Italia: Dua Gol Pizarro Gagal Menangkan Roma

Atalanta 1-0 Catania
Tuan rumah pantas mengemas poin penuh berkat gol tunggal Tiberio Guarante pada menit ke-24. Gol tercipta setelah Guarante menyambar bola muntah tendangan Thomas Manfredini yang dihalau Albano Bizarri.

Penampilan Simone Padoin dan Sergio Floccari memikat pada babak kedua, tapi sayangnya tak ada gol tambahan yang tercipta.

Bologna p-p Fiorentina
Pertandingan yang sedianya digelar di stadion Renato Dall'Ara ini harus ditunda akibat salju tebal yang menutupi permukaan lapangan. Pertandingan akan digelar Senin (2/2) sore waktu setempat.

Chievo 1-1 Sampdoria
Tuan rumah tertinggal lebih dahulu setelah Giampaolo Pazzini berhasil mencetak gol dari jarak jauh pada menit ke-71. Tapi, keunggulan itu hanya bertahan dua menit. Umpan silang Mario Yepes dimanfaatkan Luca Rigoni untuk menjebol gawang Luca Castellazzi.

Hasil imbang tidak banyak berarti karena Choevo masih tercecer di dua terbawah dan hanya berselisih tiga poin dari juru kunci klasemen Serie A Italia, Reggina.

Genoa 1-0 Palermo
Genoa mampu menjaga posisi di zona Liga Champions tetap aman.

Pertandingan berjalan seimbang, namun Genoa kerap menghadirkan ancaman ke arah gawang Marco Amelia. Namun, upaya mereka baru berbuah dua menit sebelum bubaran. Sebuah umpan silang rendah dapat dimanfaatkan Domenico Criscito untuk menjadi gol. Kedudukan tetap tak berubah hingga akhir dan Genoa pun sukses membungkus poin penting.

Reggina 2-2 AS Roma
Kedua tim harus beradaptasi di awal pertandingan karena bermain di lapangan yang becek dan berlumpur. Reggina mulai mengancam pada pertengahan babak pertama dan dua menit sebelum jeda, wasit menilai Bernardo Corradi dijatuhkan Philippe Mexes. Penalti sukses dieksekusi Corradi.

Kontan, Roma membalasnya. David Pizarro melepaskan tendangan dari jarak 30 meter yang tak bisa ditahan Andrea Campagnolo. Pizarro membawa Roma unggul pada menit ke-57. Pemain pengganti Bruno Cirillo melanggar Stefano Okaka di dalam kotak penalti. Eksekusi diambil Pizarro dan dapat dimentahkan Campagnolo, namun bola muntah kembali disambar untuk menjadi gol kedua Pizarro dalam pertandingan.

Tampil tak banyak membahayakan gawang lawan, Reggina malah sukses mencetak gol penyeimbang. Menit ke-81, Simoen Loria memberi umpan yang tak disia-siakan Francesco Cozza. Pertandingan pun berakhir imbang.

Roma kini bertengger di lima besar dengan 37 poin, sedangkan Reggina terjebak di dasar klasemen.

Siena 1-2 Lecce
Meski bermain dengan sepuluh pemain, Lecce sukses mempertahankan rekor tiga pertandingan tak terkalahkan.

Aksi Guillermo Giacomazzi memudahkan Simone Tiribocchi untuk membuka keunggulan Lecce pada menit ke-15. Sayangnya, Giacomazzi terkena kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua karena mengasari Lukas Jarolim. Namun, Lecce sukses menggandakan keunggulan lewat gol Jose Ignacio Castillo.

Setelah gol Massimo Maccarone dianulir karena off-side, akhirnya Siena memperoleh gol balasan pada babak kedua lewat Abdelkader Ghezzal, namun tak kunjung dapat mencetak gol penyeimbang hingga pertandingan usai.

Roma Resmi Gaet Motta


Dalam beberapa hari terakhir, kubu Roma dan Udinese cukup intens membicarakan kepindahan pemain berusia 22 tahun itu. Kesepakatan akhirnya tercapai dengan keputusan final peminjaman hingga akhir musim.

Roma bukannya tidak memiliki peluang mendapatkan gelandang belia Italia itu secara permanen. Dalam klausul kontrak peminjaman hingga akhir musim, Roma memiliki hak untuk membeli setengah kontraknya di bulan Juni dengan £3 juta.

Kapten timnas Italia U-21 itu juga didaftarkan dalam skuad Roma di Liga Champions, sehingga dia masuk dalam opsi Luciano Spalletti saat menghadapi Arsenal akhir bulan nanti.

Motta sendiri merupakan pemain kedua yang digaet Roma saat dibukan bursa transfer kedua bulan Januari. Pemain lain yang sudah didpat, juga dengan status pinjaman, adalah Souleymane Diamoutene dari Lecce.

Beckham Gemilang, Milan Menang

Penampilan apik Beckham bersama Milan masih berlanjut. Dalam pertandingan menghadapi Lazio, Senin (2/2) dinihari WIB di stadion Olimpico Roma, Milan berhasil mengalahkan tim tuan rumah.

Becks sebelumnya diragukan bakal tampil karena masih terkena cedera ringan di otot kakinya. Tapi pemain asal Inggris ini tetap diturunkan dan justru tampil gemilang. Ia memberika dua assist pada Pato dan Ambrosini yang membuat Milan unggul dua gol hanya dalam waktu lima menit.

Pato membuka kemenangan di menit ke-42. Biancocelesti berusaha membalas gol tapi selalu menemui jalan buntu karena disiplinnya barisan pertahanan Rossoneri. Pato kembali membuat gol melalui sundulan menjelang babak pertama berakhir, setelah kembali mendapat umpan dari Beckham.

Sayangnnya gol tersebut dianulir wasit karena pato dianggap sudah berdiri dalam posisi offside. Tapi tim asuhan Carlo Ancelotti ini tak perlu menunggu lama untuk menyarangkan gol kedua.

Umpan dari tendangan bebas Beckham mampu disundul dengan baik oleh Ambrosini yang sama sekali tidak terjaga di daerah pertahanan Lazio. Kaka mengunci kemenangan Milan di menit ke-83.

Hasil ini membuat Milan naik ke peringkat kedua menggeser Juventus yang sehari sebelumnya kalah 3-2 dari Cagliari. Milan mengumpulkan 44 poin selisih enam poin dari Inter yang masih memuncaki Serie A Italia.

Susunan pemain
Lazio: Muslera; De Silvestri, Siviglia, Rozenhal, Radu/Kolarov (74), Brocchi/Dabo (74), Ledesma, Matuzalem, Meghni/Inzaghi (65), Pandev, Zarate

Milan: Abbiati; Zambrotta/Darmian (86), Senderos, Bonera, Jankulovski, Ambrosini, Pirlo, Beckham, Kaka/Shevchenko (86), Seedorf, Pato