Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sport. Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Februari 2009

Round-Up Serie A Italia: Dua Gol Pizarro Gagal Menangkan Roma

Atalanta 1-0 Catania
Tuan rumah pantas mengemas poin penuh berkat gol tunggal Tiberio Guarante pada menit ke-24. Gol tercipta setelah Guarante menyambar bola muntah tendangan Thomas Manfredini yang dihalau Albano Bizarri.

Penampilan Simone Padoin dan Sergio Floccari memikat pada babak kedua, tapi sayangnya tak ada gol tambahan yang tercipta.

Bologna p-p Fiorentina
Pertandingan yang sedianya digelar di stadion Renato Dall'Ara ini harus ditunda akibat salju tebal yang menutupi permukaan lapangan. Pertandingan akan digelar Senin (2/2) sore waktu setempat.

Chievo 1-1 Sampdoria
Tuan rumah tertinggal lebih dahulu setelah Giampaolo Pazzini berhasil mencetak gol dari jarak jauh pada menit ke-71. Tapi, keunggulan itu hanya bertahan dua menit. Umpan silang Mario Yepes dimanfaatkan Luca Rigoni untuk menjebol gawang Luca Castellazzi.

Hasil imbang tidak banyak berarti karena Choevo masih tercecer di dua terbawah dan hanya berselisih tiga poin dari juru kunci klasemen Serie A Italia, Reggina.

Genoa 1-0 Palermo
Genoa mampu menjaga posisi di zona Liga Champions tetap aman.

Pertandingan berjalan seimbang, namun Genoa kerap menghadirkan ancaman ke arah gawang Marco Amelia. Namun, upaya mereka baru berbuah dua menit sebelum bubaran. Sebuah umpan silang rendah dapat dimanfaatkan Domenico Criscito untuk menjadi gol. Kedudukan tetap tak berubah hingga akhir dan Genoa pun sukses membungkus poin penting.

Reggina 2-2 AS Roma
Kedua tim harus beradaptasi di awal pertandingan karena bermain di lapangan yang becek dan berlumpur. Reggina mulai mengancam pada pertengahan babak pertama dan dua menit sebelum jeda, wasit menilai Bernardo Corradi dijatuhkan Philippe Mexes. Penalti sukses dieksekusi Corradi.

Kontan, Roma membalasnya. David Pizarro melepaskan tendangan dari jarak 30 meter yang tak bisa ditahan Andrea Campagnolo. Pizarro membawa Roma unggul pada menit ke-57. Pemain pengganti Bruno Cirillo melanggar Stefano Okaka di dalam kotak penalti. Eksekusi diambil Pizarro dan dapat dimentahkan Campagnolo, namun bola muntah kembali disambar untuk menjadi gol kedua Pizarro dalam pertandingan.

Tampil tak banyak membahayakan gawang lawan, Reggina malah sukses mencetak gol penyeimbang. Menit ke-81, Simoen Loria memberi umpan yang tak disia-siakan Francesco Cozza. Pertandingan pun berakhir imbang.

Roma kini bertengger di lima besar dengan 37 poin, sedangkan Reggina terjebak di dasar klasemen.

Siena 1-2 Lecce
Meski bermain dengan sepuluh pemain, Lecce sukses mempertahankan rekor tiga pertandingan tak terkalahkan.

Aksi Guillermo Giacomazzi memudahkan Simone Tiribocchi untuk membuka keunggulan Lecce pada menit ke-15. Sayangnya, Giacomazzi terkena kartu merah setelah mendapat kartu kuning kedua karena mengasari Lukas Jarolim. Namun, Lecce sukses menggandakan keunggulan lewat gol Jose Ignacio Castillo.

Setelah gol Massimo Maccarone dianulir karena off-side, akhirnya Siena memperoleh gol balasan pada babak kedua lewat Abdelkader Ghezzal, namun tak kunjung dapat mencetak gol penyeimbang hingga pertandingan usai.

Beckham Gemilang, Milan Menang

Penampilan apik Beckham bersama Milan masih berlanjut. Dalam pertandingan menghadapi Lazio, Senin (2/2) dinihari WIB di stadion Olimpico Roma, Milan berhasil mengalahkan tim tuan rumah.

Becks sebelumnya diragukan bakal tampil karena masih terkena cedera ringan di otot kakinya. Tapi pemain asal Inggris ini tetap diturunkan dan justru tampil gemilang. Ia memberika dua assist pada Pato dan Ambrosini yang membuat Milan unggul dua gol hanya dalam waktu lima menit.

Pato membuka kemenangan di menit ke-42. Biancocelesti berusaha membalas gol tapi selalu menemui jalan buntu karena disiplinnya barisan pertahanan Rossoneri. Pato kembali membuat gol melalui sundulan menjelang babak pertama berakhir, setelah kembali mendapat umpan dari Beckham.

Sayangnnya gol tersebut dianulir wasit karena pato dianggap sudah berdiri dalam posisi offside. Tapi tim asuhan Carlo Ancelotti ini tak perlu menunggu lama untuk menyarangkan gol kedua.

Umpan dari tendangan bebas Beckham mampu disundul dengan baik oleh Ambrosini yang sama sekali tidak terjaga di daerah pertahanan Lazio. Kaka mengunci kemenangan Milan di menit ke-83.

Hasil ini membuat Milan naik ke peringkat kedua menggeser Juventus yang sehari sebelumnya kalah 3-2 dari Cagliari. Milan mengumpulkan 44 poin selisih enam poin dari Inter yang masih memuncaki Serie A Italia.

Susunan pemain
Lazio: Muslera; De Silvestri, Siviglia, Rozenhal, Radu/Kolarov (74), Brocchi/Dabo (74), Ledesma, Matuzalem, Meghni/Inzaghi (65), Pandev, Zarate

Milan: Abbiati; Zambrotta/Darmian (86), Senderos, Bonera, Jankulovski, Ambrosini, Pirlo, Beckham, Kaka/Shevchenko (86), Seedorf, Pato

Kamis, 29 Januari 2009

Cristiano Ronaldo Sudah Teken Pra-Kontrak Dengan Madrid

Cristiano Ronaldo (foto) harus siap-siap membayar €20 juta jika batal bergabung dengan Real Madrid musim panas mendatang, demikian Sport.

Media Spanyol itu melansir berita agen Ronaldo, Jorge Mendes, sudah menyepakati pra-kontrak dengan eks presiden Madrid, Ramon Calderon, saat masih bertugas. Kontrak tersebut disebut bernilai tak kurang dari €100 juta.

Ronaldo gencar diberitakan akan pindah ke Madrid sejak musim panas lalu. Meskipun memutuskan bertahan, rumor transfer tidak lantas berhenti dengan sendirinya.

Calderon adalah figur yang berupaya keras menghadirkan Ronaldo. Ironisnya, jika sang pemain jadi bergabung, Calderon takkan lagi menikmati keberhasilan karena sudah menanggalkan jabatannya sebagai presiden Madrid.

Bagi Ronaldo, perjanjian ini harus membuatnya dapat membujuk Sir Alex Ferguson agar mau melepasnya, atau dia akan kehilangan sejumlah besar uang, yang tentu tidak mau dilakukannya.

Usai menjadi pemain terbaik dunia, mungkin Ronaldo merasa perlu tantangan baru setelah sukses meraih segalanya bersama Manchester United. Klub juara Inggris ini tentu tidak akan melepasnya begitu saja.

Jika Florentino Perez memenangi pemilihan presiden, diprediksi Perez tidak akan menjalankan transfer ini. Bukan karena tidak menyukai Ronaldo, tapi Perez memilih untuk memulai awal baru.

Perez enggan menyelesaikan kesepakatan yang dibuat oleh Calderon dan atas dasar ini, United akan selamat. Meski barangkali untuk waktu yang tidak akan lama.

Jumat, 09 Januari 2009

PROFIL: Real Madrid, Raksasa Pelaku Sejarah Selama lebih satu abad Real Madrid tak sekadar membangun tradisi sebagai raksasa dengan banyak gelar juara

Real Madrid mungkin klub dengan sejarah paling panjang. Mereka tak hanya sarat prestasi, tapi banyak melahirkan inovasi, dan peletak dasar industri sepakbola Eropa.

Tidak keliru jika FIFA menempatkannya sebagai klub paling sukses sepanjang abad ke-20, dengan 31 gelar Primera Liga Spanyol, 16 Piala Spanyol, sembilan gelar Piala dan Liga Champions, dan dua trofi Piala UEFA. Madrid adalah founding member FIFA, pendiri G-14 -- organisasi klub-klub terkemuka Eropa yang kini tukar nama menjadi Asosiasi Klub Eropa.

Selama lebih satu abad Real Madrid dikenal dengan dua nama lain; Los Merengues dan Los Blancos. Namun kedua julukan itu sempat hilang, ketika di tahun 1980-an wartawan Julio César Iglesias mempopulerkan nama La Quinta del Buitre. Lalu di masa kepemimpinan Florentinao Perez (2000-2006), Real Madrid dikenal dengan nama Los Galacticos.

La Quinta del Buitre mengacu pada sosok Emilio Butragueno yang tampil tak ubahnya burung pemakan bangkai, serta empat rekan yang menopangnya; Miguel Pardeza, Manuel Sanchiz Hontiyuelo, Michel, dan Martin Vasquez. Nama ini masih digunakan meski Pardeza meninggalkan klub, dan memperkuat Real Zaragoza tahun 1986. Awal 1990-an, julukan ini lenyap bersamaan dengan perginya Butragueno, Michel, dan Martin Vasaquez.

Julukan Los Galacticos mengacu pada bintang-bintang yang diboyong selama rejim Florentino Perez; Luis Figo, Roberto Carlos, Zinedine Zidane, Ronaldo, David Beckham, serta satu bintang lokal Raul Gonzales. Untuk semua itu, Perez berani melakukan tindakan kontroversial; salah satunya memboyong Figo dari Barcelona -- seteru abadinya -- dengan harga tertinggi. Tak berapa lama kemudian Madrid menggulingkan rekor pemain termahal Figo, ketika memboyong Zidane dari Juventus.

David Beckham diboyong untuk meningkatkan penjualan merchandise, dan mendongkrak brand name Real Madrid. Sampai saat ini era Los Galasticos masih menjadi perdebatan; berhasil atau tidak. Yang pasti, sebelum Beckham datang, Galacticos masih bisa meraih satu gelar domestik dan trofi Liga Champions. Setelah itu selama tiga musim Madrid tidak memenangkan apa pun.

Sejarah singkat

Sebelum 1897, penduduk Madrid tak mengenal sepak bola. Olahraga ini diperkenalkan sejumlah profesor dan pelajar Institución Libre de Enseñanza, dengan mendirikan Football Club Sky tahun 1897, yang bermain setiap Minggu pagi di Moncloa.

Klub terpecah menjadi dua di tahun 1900; New Foot-Ball de Madrid dan Club Español de Madrid. Dua tahun kemudian Club Español de Madrid terpecah lagi, dan menghasikan pembentukan Madrid Football Club pada 6 Maret 1902.

Setelah tiga tahun berdiri, Madrid FC memenangkan gelar pertamanya dengan mengalahkan Athletic Bilbo di final Piala Spanyol. Klub ini pula yang menjadi pendiri Asosiasi Sepakbola Spanyol pada 4 Januari 1909. Saat itu klub dipimpin Adolfo Meléndez.

Tahun 1920, klub berganti nama menjadi Real Madrid. Adalah Raja Alfonso yang memberi nama Real, atau Royal, kepada klub itu. Sembilan tahun kemudian liga sepakbola Spanyol pertama didirikan. Si Putih meraih gelar Primera Liga Spanyol pertama tahun 1931, tahun berikut meraihnya lagi, dan menjadi klub pertama yang dua kali berturutan meraih gelar liga.

Tahun 1945 Santiago Bernabeu Yeste menjadi presiden. Di bawah kepemimpinannya Stadion Santiago Bernabeu dan Ciudad Deportiva dibangun kembali, setelah rusak pada perang sipil. Tahun 1953, Bernabeu memperkenalkan strategi memboyong pemain berkelas dunia dari luar negeri. Salah satunya, dan yang paling terkenal, adalah Alfredo di Stéfano. Jadilan Real Madrid klub multinasional pertama di dunia.

Tahun 1955, terinspirasi tulisan Gabriel Hanot -- wartawan dan editor L'Equipe mengenai pembentukan Copa Latina, turnamen yang melibatkan klub-klub Prancis, Spanyol, Portugal, dan Italia -- Bernabeu bertemu Bedrignan dan Gusztáv Sebes di Hotel Ambassador di Paris, dan membentuk turnamen yang kini bernama Liga Champions.

Madrid mendominasi Piala Champions dengan meraih trofi itu tahun 1956 sampai 1960, dan berhak atas trofi original dan hak mengenakan simbol UEFA sebagai penghargaan. Tahun 1966, Madrid memenangkan Piala Champions kali keenam dengan mengalahkan FK Partizan 2-1 di final. Saat itu Madrid telah benar-benar menjadi tim dengan pemain dari berbagai kebangsaan, dan dijuluki Ye-Ye Team.

Ye-Ye berasal dari yeah, yeah, yeah, chorus lagu Beatles berjuluk She Loves You, karena sebelum laga empat anggota Real Madrid berpose dengan pakaian Beatles dan wigs di surat kabar Dario Marca. Generasi Ye-ye juga mencapai final Piala Champions 1962 dan 1964, tapi gagal menjuarainya.

El Derbi madrileño

Fans Real Madrid melihat Atletico Madrid sebagai viable rival. Meski didirikan tiga pelajar Basque di tahun 1903, Atletico Madrid populer karena didukung para pembelot dari Marid FC. Namun bukan itu yang membuat hubungan fans kedua tim tegang sepanjang massa. Pendukung Madrid berasal dari kelas menengah, fans Atletico kebanyakan dari kelas pekerja.

Keduanya bertemu kali pertama pada 21 February 1929. Madrid memenangkannya. Rivalitas keduanya menyita perhatian internasional ketika di tahun 1959 bertemu di semifinal Piala Champions. Madrid memenangkan leg pertama 2-1 di Bernabeu, tapi kalah 1-0 di Metropolitano. Laga diulang, dan Madrid menang 2-1.

El Clásico

Rivalitas Real Madrid dengan Barcelona merupakan produk ketegangan politik Castilians dan Catalan. Madrid adalah pusat pemerintahan dan keluarga kerajaan. Di era diktator Jenderal Franco, Madrid merepresentasikan kekuatan centripetal konservatif.

Di sisi lain, hampir semua ide modernisasi politik; republikanisme, feneralisme, anarkisme, sindikalisme, dan komunisme, diperkenalkan di Spanyol dan menguat di Barcelona. Fashion, filosofi, dan seni, masuk ke Spanyol lewat Barcelona, sebelum diterima seluruh negeri.

Rivalitas keduanya tidak hanya berlangsung di Primera Liga Spanyol, tapi juga di Eropa. Serta tidak hanya di dalam lapangan, tapi juga di semua aktivitas bisnis olahraga. Di tahun 2000, kepergian Luis Figo ke Real Madrid memicu kemarahan publik Katalan.

Stadion

Real Madrid beberapa kali pindah stadion. Mereka pernah bermain di Campo de O'Donnell selama enam tahun, sejak 1912. Lalu pindah ke Campo de Ciudad Lineal, yang hanya berkapasitas 8,000 penonton.

Pada 17 Mei 1923, Madrid pindah Estadio Chamartín, yang berkapasitas 22.500 penonton. Dua dekade kemudian, Santiago Bernabeu Yeste melihat Estadio Chamartín tak layak lagi. Sebuah stadion baru dibangun, dan diresmikan pada 14 Desember 1947. Stadion itulah yang saat ini dikenal sebagai Stadion Santiago Bernabeu.

Stadion semula mampu menampung 120 ribu penonton, tapi dimordenisasi dengan tidak boleh ada penonton berdiri, menjadi berkapasitas 80.354 kursi.

Pada 9 Mei 2006, Stadion Alfredo Di Stefano diresmikan. Di tempat inilah Madrid menjalani latihan. Stadion ini berkapasitas 5.000 penonton, dan fans hanya menyaksikan tim mereka berlatih.

Keuangan

Berbeda dengan kebanyakan klub-klub di Eropa, Madrid -- sejak berdiri hinga saat ini -- dimiliki dan dijalankan oleh socio, atau anggota kelompok fans.

Anggota socio membeli tiket musiman. Jumlah mereka mencapai 68.670, dan merekalah yang menjadikan Madrid sebagai klub yang mampu menarik penonton terbanyak. Pada musim 2004-2005, jumlah penonton meningkat menjadi rata-rata 71.900 per pertandingan.

Di bawah Florentino Perez, musim 2000-2006, Madrid menjalankan ambisinya menjadi klub terkaya di dunia. Perez menjual kamp latihan ke kota Madrid tahun 2001, dan melepas kepemilikan atas empat anak perusahaan; Repsol YPF, Mutua Automovilística de Madrid, Sacyr Vallehermoso dan OHL, untuk membayar utang dan membeli Luis Figo, Ronaldo, Zinedine Zidane, dan David Beckham, yang membuat mereka dijuluki Los Galacticos.

Usai musim 2004/2005, Madrid mengakhiri status Manchester United sebagai klub berpenghasilan tertinggi di dunia selama delapan tahun. Penghasilan Madrid naik 17 persen menjadi £190m, berkat keberhasilan mengeksploitasi pasar Asia. Setelah era Perez berakhir, Madrid kembali berada di bawah MU.

Statistik dan Rekor

Manuel Sanchís Hontiyuelo masih memegang rekor tampil dengan 721 kali berlaga sebagai pemain inti antara 1983 sampai 2001. Forward Santillana di tempat kedua dengan 643 kali.

Iker Casillas paling banyak berada di bawa mistar Madrid, dengan 418 kali. Luis Figo menjadi pemain Madrid yang paling banyak memperkuat tim nasional, yaitu 127 kali mengenakan kostum Portugal.

Alfredo di Stéfano masih memegang rekor gol sepanjang masa, dengan 307 gol dalam 396 laga antara 1953 sampai 1964. Rekor gol Stefano di Eropa, 49 gol dari 58 pertandingan, bertahan sampai 2005. Adalah Raul Gonzales yang melewatinya di tahun 2005.

Di Stéfano juga memegang rekor klub sebagai pencetak gol terbanyak di liga, dengan 216. Raul Gonzales berpeluang melampauinya, karena saat ini sang kapten telah membuat 211 gol di liga, dan 304 di seluruh kompetisi.

Gol tercepat dalam sejarah klub dibuat Ronaldo. Striker asal Brasil itu melakukannya ke gawang Atletico Madrid, 3 Desember 2003, dalam waktu 15 detik.

Resminya, penonton terbanyak di Santiago Bernabeu terjadi dalam laga Piala Raja 2006, yaitu 83.329. Namun saat ini kapasitas stadion Madrid hanya 80.354. Rata-rata penonton tertinggi dalam satu musim adalah 76.234, yang dibuat musim 2007/2008. Ini juga yang tertinggi di Eropa.

Madrid paling banyak meraih gelar domestik; yaitu 31, dan memegang rekor juara lima kali berturutan sepanjang musim 1960-1965. Madrid juga memegang rekor tak terkalahkan paling panjang di dunia, yaitu 121 kali sepanjang Februari 1957 sampai 7 Maret 1965.

Di Eropa, Si Putih memegang rekor juara Piala/Liga Champions dengan sembilan kali, dan paling banyak tampil di semifinal, yaitu 21 kali. Raul Gonzales masih menjadi topscorer Liga Champions dengan 64 gol.

Madrid paling banyak berpartisipasi di Liga Champions, dengan 15 kali berturutan sepanjang 1955/56 sampai 1969/70. Nilai transfer Zinedine Zidane dari Juventus ke Madrid tahun 2001, sebesar £45.8 million, masih belum terlampaui. Namun rekor penjualan pemain baru dibuat Madrid musim panas 2008, ketika melepas Robinho ke Manchester City dengan harga £32.5 million.

Kamis, 08 Januari 2009

PROFIL: Sepuluh Hal Yang Wajib Diketahui Tentang Liverpool Mengingat semua prestasi yang telah diraih Liverpool hingga saat ini, mengapa suporter The

Bila dilihat dari sisi jumlah piala yang telah dimenangkan, Liverpool dapat dianggap sebagai tim paling sukses di Inggris. Hal itu karena The Reds merupakan juara terbanyak Divisi Satu Inggris selama 18 kali, dan juga di ajang Piala Eropa/Liga Champions selama 5 kali. Sayangnya tim ini belum pernah sekalipun merasakan gelar juara sejak Liga Primer Inggris dimulai.

Tetapi kalau peringkat di klasemen Liga Primer hingga sekarang ini yang menjadi patokannya, maka fans Liverpool dapat menjadi optimis kalau tahun ini akhirnya akan menjadi waktu di mana trofi juara domestik di Inggris akan bermarkas kembali di Anfield.

Sama seperti klub saingannya Manchester United, Liverpool juga sarat dengan sejarah, tragedi, dan prestasi. Sehingga ada masanya sepakbola Inggris identik dengan tim merah dari daerah Merseyside ini.

Selain The Beatles, klub ini menjadi hal lain yang membanggakan bagi kota Liverpool. Tetapi apakah The Beatles mempunyai sepuluh fakta menarik yang menghiasi The Reds? Mari kita simak fakta-fakta tersebut di bawah ini.

10. Sejarah Liverpool sebagai sebuah klub sepakbola berawal pada suatu hari di tahun 1892 saat terjadi perselisihan antara Everton yang menyewa lapangan Anfield dengan John Houlding yang saat itu menjadi pemilik stadion Anfield. Houlding ingin menaikkan biaya sewa dari £100 ke £250 per tahun. Hal itu ditolak Everton dan mereka akhirnya pindah ke stadion baru di Goodison Park. Houlding yang tak mau melihat lapangannya tak terpakai, akhirnya malah memutuskan untuk membentuk sebuah tim sepakbola sendiri yang akan memakai Anfield. Tim baru yang lahir pada 15 Maret 1892 itu akhirnya diberi nama Liverpool Football Club.

9. Liverpool sejak pertama kali terbentuk telah selalu bermarkas di Anfield. Stadion itu sendiri dibangun tahun 1884 dan berada di seberang Stanley Park. Tribun yang paling terkenal di Anfield tentunya adalah The Kop yang dinamakan berdasarkan sebuah bukit di propinsi Kwazulu-Natal, Afrika Selatan bernama Spion Kop. Bukit tersebut menjadi terkenal karena menjadi ajang pertempuran antara Lancashire Regiment yang kebanyakan berasal dari Liverpool dengan kaum Boer di Perang Boer Kedua. Nama The Kop itu diberikan oleh editor olahraga Liverpool Echo Ernest Edwards. Sekarang selain Liverpool, banyak tim sepakbola lain yang menamakan tribun mereka The Kop juga. Antara lain Sheffield United, Leicester City, Coventry City, dan Sheffield Wednesday.

8. Pada awalnya warna seragam Liverpool bukanlah merah seperti sekarang ini, melainkan biru dan putih. Baru sejak 1894, warna merah mulai digunakan sebagai warna seragam dan putih untuk celana. Akhirnya sejak 1964, semua pemain Liverpool mengenakan warna merah dari seragam, celana, dan kaos kaki. Menurut seorang legenda Liverpool Ian St. John dalam otobiografinya, ini terjadi saat manajer saat itu Bill Shankly merasa merah akan memberikan keuntungan psikologis bagi mereka. Shankly makin yakin timnya harus mengenakan warna merah setelah melihat salah satu pemainnya Ronnie Yeats terlihat lebih garang dalam balutan seragam dan celana merah. St. John kemundian mengusulkan kepada Shankly agar kaos kakinya juga berwarna merah.

7. Obor yang berada di logo Liverpool sekarang, ditambahkan untuk mengenang 96 suporter yang tewas saat Bencana Hillsborough. Kemalangan itu terjadi pada 15 April 1989 saat berlangsungnya pertandingan semi-final Piala FA antara Liverpool dan Nottingham Forest. Terlalu banyaknya penonton yang hadir membuat bagian tribun yang diperuntukkan bagi fans Liverpool menjadi sangat padat dan mereka pun akhirnya menjadi sangat berdesak-desakan dan tidak bisa keluar karena masih dihalangi oleh pagar kawat yang tinggi. Akibatnya banyak yang mengalami sesak napas dan meninggal. Pertandingan pun dihentikan enam menit setelah dimulai karena banyaknya penonton yang mencoba memanjat pagar untuk menghindari kepadatan itu. Kejadian ini membuat seluruh stadion di Inggris diubah menjadi stadion yang hanya memiliki tempat duduk dan pagar yang memisahkan penonton dengan lapangan dihilangkan.

6. Walaupun Liverpool mempunyai sejarah yang gemilang dengan prestasi mereka di lapangan. Sebagian diantaranya menjadi ternoda karena hooliganisme dari para suporternya. Hal itu menjadi puncaknya pada 29 Mei 1985 ketika terjadinya Bencana Heysel. Heysel menjadi stadion tempat dilangsungkannya final Piala Eropa antara Liverpool melawan Juventus. Satu jam sebelum pertandingan dimulai, sebagian besar kelompok suporter Liverpool menerjang pagar yang memisahkan mereka dengan suporter Juventus dan kemudian menyerang para fans Bianconeri. Hal itu membuat para suporter Juve berlarian mundur untuk menghindari serangan dan terpojok di tembok stadion. Tembok itu akhirnya roboh dan menimpa penonton lain yang berada di bawahnya. Situasi kemudian menjadi kacau balau, dan wasit memutuskan untuk terus melanjutkan pertandingan untuk menghindari kerusuhan lebih lanjut lagi. Peristiwa ini mengakibatkan hilangnya nyawa 39 orang yang kebanyakan merupakan suporter Juventus dan juga skorsing bagi semua klub Inggris untuk tidak mengikuti semua kompetisi Eropa yang diadakan UEFA. Skorsing itu akhirya baru dicabut di musim 1990-91.

5. Ian Callaghan adalah pemain yang tampil paling banyak bagi Liverpool sebanyak 857 kali dalam karir yang berlangsung selama 19 musim di Anfield. Legenda lainnya Ian Rush memegang rekor sebagai pemain yang paling banyak mencetak gol bagi Liverpool dengan 346 gol. Sedangkan Phil Neal merupakan pemain yang paling banyak menjadi juara di Liverpool karena ia telah berhasil memiliki medali pemenang sebanyak 20 buah. Rekor Neal ini juga bertahan bagi Inggris sebelum dipecahkan musim lalu oleh Ryan Giggs dari Manchester United.

4. Kemenangan terbesar yang pernah dicatat oleh Liverpool terjadi pada 1974 saat mereka menghancurkan Stromsgodset IF dengan skor akhir 11-0. Tetapi mereka juga pernah tampil buruk sekali dan mengalami kekalahan terbesar ketika digebuk Birmingham City 1-9 20 tahun sebelum kemenangan terbesar Liverpool terjadi.

3. Lagu kebanggaan yang selalu dinyanyikan para penonton di Anfield dan fans Liverpool di seluruh dunia berjudul You'll Never Walk Alone (YNWA) yang aslinya merupakan sebuah lagu di drama musikal Carousel. Lagu itu dinyanyikan pertama kali di Anfield saat band Gerry and the Pacemakers yang juga berasal dari Liverpool berhasil mencapai nomor satu di jenjang tembang berkat lagu itu. Suporter yang ikut bernyanyi saat lagu-lagu dari jenjang tembang itu diputar tidak berhenti menyanyikan YNWA mesikipun lagu itu sudah tidak masuk daftar lagi. Sejak itulah tradisi menyanyikan lagu tersebut di Anfield lahir. Lagu yang sama juga kemudian diadopsi oleh pendukung klub lain seperti Glasgow Celtic, Hibernian, Feyenoord Rotterdam, dan FC Twente.

2. Kepemilikan Liverpool sekarang berada di tangan dua orang Amerika Serikat Tom Hicks dan George Gillett sejak 6 February 2007 ketika mereka membeli saham terakhir dari ketua sebelumnya David Moores. Hubungan antara Hicks dan Gillett kemudian dilaporkan memburuk sehingga membuat Dubai International Capital tertarik untuk menjadi pemilik Liverpool. Setahun sebelumnya, Liverpool telah mendapatkan izin untuk membangun stadion baru di Stanley Park. Tetapi desain stadion baru itu diubah setelah masuknya Hicks & Gillett dan kini pembangunan stadion menjadi tertunda karena adanya krisis finansial yang melanda global dunia.

1. Kemampuan Liverpool untuk terus bermain dan pantang menyerah sangat terlihat di dalam dua pertandingan final yang mereka hadapi. Saat final Piala FA 2006 melawan West Ham United berlangsung, Liverpool dengan cepat tertinggal 1-2 dalam waktu 32 menit pertama. Skor berubah lagi menjadi 3-2 bagi West Ham hingga akhirnya kapten Steven Gerrard mencetak satu gol di menit perpanjangan waktu terakhir yang merubah skor 3-3 yang harus diakhiri lewat adu penalti. The Reds akhirnya menjadi juara setelah kiper Pepe Reina mampu memblok tendangan penalti 3 pemain West Ham.

Final lainnya terjadi di ajang Liga Champions 2005 melawan AC Milan di Istanbul, Turki. Menjelang turun minum, Liverpool telah kebobolan 0-3. Lalu, The Reds mampu menyamakan kedudukan dengan mencetak tiga gol juga di babak kedua. Hasil seri itu bertahan hingga peluit akhir dan memaksa diadakannya adu penalti lagi. Kali ini pahlawan Liverpool adalah penjaga gawang Jerzy Dudek yang berhasil menepis tendangan penalti terakhir Andriy Shevchenko.

Roma Identifikasi Quagliarella Sebagai Pengganti Totti, Selain Fabio Quagliarella, Sergio Flocari juga dianggap layak menggantikan Francesco Totti.

AS Roma dikabarkan sedang berupaya memboyong striker Fabio Quagliarella (foto) dari Udinese untuk musim depan. Namun Pietro Leonardi, direktur olahraga Udinese, membantah sedang berunding dengan Giallorossi untuk melepas pemain andalannya.

Pers Italia menulis pelatih Luciano Spaletti tidak bisa lagi mengandalkan Francesco Totti, karena seringnya sang kapten istirahat panjang akibat cedera. Roma harus menemukan pengganti Totti, agar musim depan lebih bisa bersaing.

Pietro Leonardi telah mendengar kabar ini, tapi dia mengatakan sejauh ini belum ada pembicaraan dengan manajemen Roma.

"Yang juga saya tidak tahu adalah apakah Quaglirella akan dijual pada musim panas mendatang," kata Leonardi kepada Forzama.info.

"Tidak seorang pun bisa meramalkan yang akan terjadi. Saya juga belum dihubungi orang-orang dari AS Roma, termasuk Daniele Prade," lanjut Leonardi.

Leonardi juga menegaskan Udinese telah memutuskan tidak akan melakukan transaksi apa pun sepanjang Januari 2009. Artinya, tidak akan ada pemain inti yang dilepas, dan pemain lain datang ke Stadion Friuli.

Laporan lain menyebutkan Quagliarella bukan satu-satunya pemain yang diidentifikasi AS Roma sebagai pengganti Totti. Lainnya adalah Sergio Flocari, pemain Atalanta.

Alessio Cerci, mantan pemain AS Roma yang kini memperkuat Atalanta, mengatakan sesuatu yang luar biasa jika Giallorossi bisa memboyong Flocari.

"Sebelum saya tiba di Atalanta, saya tidak banyak tahu Sergio. Kini, setiap hari saya berlatih bersamanya, dan saya jamin dia pemain yang tepat untuk menggantikan Totti," kata Cerci.

Carlo Osti, direktur olahraga Atalanta, telah mengisyarakatkan siap berunding dengan Roma untuk melepas Flocari.

"Kami akan membiarkannya pergi pada musim panas, jika Roma mengajukan tawaran menarik. Kebijakan kami adalah membeli pemain muda, dan menjual mereka yang telah mapan," ujar Osti.

Sejauh ini, masih menurut Osti, Roma belum mengajukan tawaran. Jadi Atalanta tidak akan menjual pemainnya ke mana pun.

Baldini Yakin Roma Singkirkan Arsenal, Franco Baldini menjabat sebagai direktur Roma dari 1999 hingga 2005, dan pengalamannya menukangi timnas Inggris

Asisten Fabio Capello itu percaya Giallorossi mempunyai kekuatan yang cukup untuk menyingkirkan the Gunners dari ajang Liga Champions musim ini.

Undian 16 besar Liga Champions mempertemukan raksasa Italia dan Inggris, karena selain Roma versus Arsenal, Juventus akan menantang Chelsea dan Inter akan bertempur dengan juara bertahan Manchester United.

"Saya dapat mengatakan undian lebih berat untuk wakil Inggris. Sulit untuk membuat prediksi, karena skenario dapat berubah drastis dalam dua bulan, dengan cedera dan kebugaran yang menurun," kata Baldini kepada La Gazzetta dello Sport.

Roma lolos sebagai juara grup A di atas Chelsea dan tampaknya memiliki tugas lebih mudah di atas kertas. "Saya menjagokan Lupi, karena gaya sepakbola mereka dapat bersinar melawan tim seperti Arsenal," yakinnya.

Tentang pemain kedua tim, Baldini berkomentar, "Wenger tak akan mampu bergantung pada Fabregas, cahaya terang mereka, dan akan kehilangan Walcott yang menjalani operasi bahu. Tentang cedera Totti, saya yakin ia akan sembuh pada waktunya."

Pelatih AS Roma Luciano Spaletti (foto) tertawa mendengar ancaman AC Milan. Menurutnya, tekanan justru ada pada I Rossoneri dan 'pemain bintangnya' saat mereka bertemu di Stadio Olimpico Roma, Minggu (11/1).

Perhatian publik sepakbola Italia akan tertuju ke lini tengah Milan, yang saat ini diperkuat lima bintang; David Beckham, Ronaldinho, Ricardo Kaka, Andrea Pirlo, dan Clarence Seedorf. Ancelotti dipastikan akan menghadapi masalah serius; bagaimana menyeimbangkan lini tengah dan belakangnya.

"Itulah masalah Milan. Sedangkan kami tidak punya masalah. Kami akan menurunkan sebelas pemain, seperti biasanya. Kita lihat saja siapa yang menang," ujar Spaletti kepada Sky Sport 24.

Spaletti juga mengatakan bagi kedua tim, ini bukan laga mudah. Bagi individu seperti Beckham, masih menurut Spaletti, laga ini merupakan pertaruhan karena semua orang akan memperhatikan kemampuan fisiknya.

"Kita bertanya-tanya apakah Beckham masih pemain besar. Kita akan mengevaluasi kualitas dan kreativitasnya," lanjut Spaletti.

Milan, masih menurut pelatih berkepala plontos itu, adalah tim dengan kualitas permainan set-pieces dan pergerakan pemain yang cepat dengan umpan-umpan pendek. Mereka juga sebuah unit yang solid.

Selasa, 15 April 2008

Rossi masih Optimis

ESTORIL - Valentino Rossi gagal mengulang hasil manis di Estoril. Pembalap Fiat Yamaha itu gagal mengalahkan gairah muda Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Perubahan ban yang diminta Rossi hingga seri ketiga ini belum menunjukkan hasil.Tahun lalu Rossi memang mengaku bagian dari kegagalannya karena faktor ban Michelin yang dianggapnya tidak sebagus Bridgestone. Alhasil, hak istimewa diberikan pada The Doctor yang berikan ban Bridgestone tahun ini.Namun, Rossi rupanya harus berpikir ulang dengan keputusannya. Hal itu dikarenakan rekan setimnya Lorenzo yang notabene-nya masih menggunakan Michelin mampu tampil menawan di Estoril. Ditambah finisnya Pedrosa di urutan kedua yang juga menggunakan ban Michelin.Namun, Rossi tetap mengakui kekalahannya. Pembalap 29 tahun ini juga mengatakan cukup puas dengan hasil yang dicapainya meskipun hanya finis ketiga di Estoril itu."Kami merasa baik hari ini dengan pengaturan motor. Kami harus lebih membenahi pengadaptasian kami dengan ban Bridgestone," tutur Rossi kepada Italia1 yang dilansir Autosport, Senin (14-4/2008)."Ketika kami datang ke sini, teknisi Bridgestone bilang kepada kami kalau ini akan jadi balapan terburuk buat ban kami. Namun saya bisa finis di posisi tiga, jadi berharap saja kami bisa lebih baik nanti," tambah pembalap kelahiran Urbino Italia itu.Rossi sendiri masih mengaku optimis peluangnya menjadi juara dunia masih terbuka lebar. Terlebih di grand prix selanjutnya akan dimainka di sirkuit kesayangan Rossi, Shanghai."Shanghai adalah trek di mana kami bisa tampil bagus. Saya berharap Stoner bisa kembali ada di depan di sana. Mari berharap kami akan bertarung dengannya di depan," ujar Rossi.Saat ini Rossi menduduki peringkat tiga klasemen pembalap dengan 47 poin tertinggal 14 poin dari duo matador, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa yang sama-sama mengoleksi 61 poin.

Rabu, 12 Maret 2008

Rossi Tertingal

Kemenangan Stoner di Losail-Qatar,seakan makin menenggelamkan cahaya keemasan sang bintang Moto GP, Valentino Rossi, walaupun dengan mesin baru YSF-M1, tidak membuat Rossi tampil spektakuler malah membuat Rossi berada di belakang Stoner, sang pangeran berhasil merain podium pertama, diikuti oleh Jorge Lorenzo di posisi kedua dan Dani Pedrosa di posisi ketiga