Kamis, 08 Januari 2009

PROFIL: Juventus, Klub Italia Tersukses Sejak berdiri, Juventus sukses mempertahankan laju kesuksesan mereka di puncak tertinggi, hingga saat ini.



Profil
Nama: Juventus Football Club S.p.A.
Julukan: La Vecchia Signora (Nyonya Tua), La Fidanzata d'Italia (Kekasih Italia), IL Bianconeri (Putih Hitam), Le Zebre (Si Zebra), Signora Omicidi (wanita Pembunuh)
Berdiri: 1 November 1897
Stadion: Stadio delle Alpi, Turin, Italy (Kapasitas 69,000)
Presiden: Giovanni Cobolli Gigli
Pelatih: Claudio Ranieri

Sejarah

Pertama didirikan oleh murid-murid sekolah Massimo D'Azeglio Lyceum di Turin pada 1897, Juventus memiliki nama awal Sport Club Juventus. Baru dua tahun kemudian berganti nama menjadi Foot-Ball Club Juventus.

Namun di tahun 1906, Juventus sudah mengalami perpecahan. Beberapa staff memutuskan meninggalkan Juventus yang kemudian diikuti oleh presiden Alfredo Dick yang kemudian mendirikan klub baru berjuluk FBC Torino.

Terkait emblem Juventus, pihak klub melakukan beberapa perubahan kecil. Modifikasi terakhir dilakukan pada musim 2004/05 hingga mengalami evolusi seperti yang sekarang ini.

Juventus juga merupakan salah satu klub yang kerap berpindah-pindah stadion. Setelah dua tahun pertama, di mana Juventus bermain di Parco del Valentino dan Parco Cittadella pada tahun 1897 dan 1898, mereka kemudian bermain di Piazza d'Armi Stadium hingga 1908 kecuali tahun 1905 dan 1906, saat mereka berkandang di Corso de Umberto.

Di periode 1909 hingga 1922, Juventus bermarkasa di Corso Sebastopoli Camp dan kemudian hijrah ke Corso Marsiglia Camp hingga 1933. Stadion Benito Mussolini (dulunya bernama stadion Comunale Vittorio Pozzo dan kini berubah menjadi Stadion Olimpico, Turin) menjadi marka Juve berikutnya hingga 1990 sebelum pindah ke Delle Alpi hingga 2005. Juve juga sempat berkandang di Renzo Barbera di Palermo, Dino Manuzzi di Cesena dan Giuseppe Meazza di Milan. Saat ini pihak klub sedang memperbaiki Delle Alpi dan mengembangkan berbagai fasilitas di stadion kebanggaan Bianconeri ini.

Prestasi

Merujuk pada sejarah, Juventus adalah klub Italia tersukses. Total 40 tropi dikoleksi dan Juventus adalah salah satu klub terbaik di dunia, dengan mengumpulkan 11 tropi internasional, yaitu rekor sembilan titel kompetisi UEFA dan dua gelar dunia, yang menjadikan mereka sebagai tim ketiga yang paling sering menang di Eropa dan keenam di dunia untuk kompetisi internasional antarklub.

Juventus juga memegang rekor terbanyak di Serie A Italia sebagai tim peraih juara terbanyak dengan 27 gelar dan memegang rekor juara secara berturut-turut, yaitu dari musim 1930/31 hingga 1934/35. Juventus juga memenangi Coppa Italia sebanyak sembilan kali dan sampai saat ini masih memegang rekor kemenangan secara keseluruhan.

Fakta Menarik Lain:

- Juventus identik dengan warna hitam putih dengan motif zebra. Namun dalam sejarahnya, sebelum tahun 1903, Juve sempat dikenal publik berkostum hitam merah muda. Pergantian warna kostum ini terjadi karena kesalahan pencucian, di mana salah satu ayah dari pemain Juve mencuci kostum pink tersebut hingga pudar.

- Kostum garis-garis hitam putih Juve pertama kalinya diekspor dari Inggris, tepatnya dari Nottingham yang mana supliernya adalah seorang suporter Nottingham County.

- Menurut La Repubblica Juventus adalah klub dengan basis massa pendukung terbanyak di dunia. Diperkirakan ada 170 juta tifosi Juventus yang tersebar di seluruh dunia, di mana 43 juta fans mereka diprediksi berdomisili di Eropa.

- Alessandro Del Piero memegang rekor penampilan terbanyak untuk klub di berbagai kompetisi, sementara Giampiero Boniperti memegang caps terbanyak di kancah domestik Serie A dengan 444 penampilan.

- Juventus adalah satu dari tiga klub Italia yang go public, dengan memiliki tempat di bursa saham Italia. Dua tim lain adalah Lazio dan Roma.

Siapa Pemain Muda Terbaik Serie A Italia?



Berikut daftar bintang masa depan Serie A Italia, tidak diurut berdasarkan pemeringkatan:

Alexandre Pato (AC Milan)
Pemain depan -- 2 September 1989

"Bagiku dia berpotensi menjadi striker terkuat di dunia," puji pelatih AC Milan Carlo Ancelotti usai pertandingan menghadapi Udinese. Pemain Brasil berusia 19 tahun ini memiliki semua kemampuan yang layak ditakuti para pemain belakang -- kecepatan, tenaga, keseimbangan, kemampuan, dan tendangan mematikan. Masih butuh mengasah permainannya, seperti pergerakan dan pengambilan keputusan, potensi Pato tak bisa diabaikan begitu saja.

Mauro Zarate (Lazio)
Pemain depan -- 18 Maret 1987

Fenomena yang hanya bisa dibandingkan dengan sedikit pemain terbaik di dunia seperti Lionel Messi. Zarate cepat, cerdas, kreatif, dan beberapa kali bola seolah-olah menempel di kakinya. Namun, tak jarang Zarate terlalu rakus, dan dia butuh meningkatkan sikap serta kerjasama tim. Apapun, inilah tipe pemain yang akan berprestasi tinggi di tingkat dunia. Real Madrid meminatinya, tapi hanya Lazio yang ada di dalam hati Zarate.

Marek Hamsik (Napoli)
Gelandang -- 27 Juli 1987

Salah satu gelandang muda yang memiliki kemampuan paling lengkap di dunia. Hamsik seperti tak punya kelemahan dalam permainannya. Dibandingkan dengan Frank Lampard, gelandang asal Slowakia ini punya kemampuan membantu serangan, masuk ke kotak penalti lawan, dan mencetak gol. Seperti halnya dengan Lampard, rekor golnya untuk ukuran gelandang sangat subur. Hamsik mengemas sembilan gol musim lalu, dan sudah menjaringkan bola ke gawang lawan tujuh kali musim ini.

Sebastian Giovinco (Juventus)
Gelandang serang -- 26 Januari 1987

Dinobatkan sebagai penerus tahta Alessandro del Piero, Giovinco menjadi salah satu trequarista tradisional Italia, yang mengatur serangan di belakang duet striker. Semut Atom memiliki teknis nyaris sempurna, lincah, dua kaki sama baiknya, umpan akurat, giringan bola, dan baik dalam membaca permainan. Banyak yang beranggapan, dengan tinggi hanya 165 cm, Giovinco akan kesulitan berlaga di Serie A, tapi bakat besar yang dimiliki mengalahkan segalanya. Butuh kematangan bermain untuk meraih prediket yang terbaik.

Fabiano Santacroce (Napoli)
Bek tengah/bek kanan -- 24 Agustus 1986

Santacroce mulai bersinar saat tampil di klub Serie B, Brescia. Santacroce adalah salah satu bek muda terbaik Italia saat ini, dan kemampuannya disebandingkan dengan Fabio Cannavaro dan Alessandro Nesta. Cepat, berani, dan penggasak yang tangguh, hanya butuh waktu bagi Santacroce untuk tampil reguler di timnas Italia. Rumor yang beredar menyebutkan Milan mengincarnya untuk menggantikan Nesta.

Claudio Marchisio (Juventus)
Gelandang -- 19 Januari 1986

Dianggap "Marco Tardelli yang baru", Marchisio mengundang pujian saat turut serta memberikan kemenangan Juventus 4-2 atas Milan di Turin. Pemain berusia 22 tahun ini hanya punya sedikit kelemahan. Marchisio sama baiknya, tampil menyerang maupun bertahan. Bersama Momo Sissoko, pemain yang juga pandai mengumpan ini menjadi duet sepadan di lini tengah Juve.

Paolo de Ceglie (Juventus)
Bek kiri/kiri luar -- 17 September 1986

Seperti halnya Marchisio, De Ceglie juga tampil mengesankan saat melawan Milan. Pemain timnas Italia U-21 ini meneror sektor kanan pertahanan Milan yang dikawal Gianluca Zambrotta. Pemain sayap ini mirip Antonio Cabrini, tapi De Ceglie masih harus meningkatkan kemampuan dalam bertahan. Posisi terbaik De Ceglie adalah kiri luar, posisi yang memungkinkannya mengeksploitasi kecepatan dan kebolehan umpan silangnya.

Cristian Zapata (Udinese)
Bek tengah -- 30 September 1986

Zapata dirundung cedera belakangan ini, tapi jika tampil bugar, hanya tinggal tunggu waktu melihatnya bergabung dengan klub besar. Milan, Juventus, dan Arsenal dilaporkan tertarik terhadap bek tengah yang pandai menjaga lawan, menggasak, menyundul, dan juga cepat serta tenang. Zapata sering menggiring bola dari lini pertahanan untuk mengawali serangan tim.

Mario Balotelli (Inter Milan)
Pemain depan -- 12 Agustus 1990

Remaja ajaib yang memikat perhatian musim lalu saat masih berusia 17 tahun, dan turut berperan penting dalam kesuksesan Inter meraih scudetto. Lahir di Sisilia dari keluarga imigran asal Ghana, Balotelli diharapkan menjadi pemain keturunan Afrika pertama yang menjadi bintang di timnas Italia. Kasus yang menghampiri Balotelli beberapa bulan terakhir menjadi peringatan untuk memperbaiki sikapnya. Demi mengembalikan permainan terbaiknya -- Jose Mourinho benar dengan menyuruhnya berlatih bersama tim cadangan.

Stevan Jovetic (Fiorentina)
Gelandang serang/pemain depan -- 2 November 1989

Fiorentina harus bersaing dengan klub papan atas lainnya saat mendatangkan Jovetic dari Partizan Belgrade musim panas lalu. Pemain berusia 19 tahun ini masih beradaptasi dengan atmosfir Serie A, namun masih mampu menunjukkan bakat yang dipercaya akan membuatnya bersinar suatu hari nanti. Jovetic dapat diandalkan bermain di posisi trequarista, karena pandai menggiring serta mengolah bola. Tunggu saja aksinya lebih banyak lagi di Artemio Franchi dalam beberapa bulan ke depan!

Robert Acquafresca (Cagliari/Inter)
Pemain depan -- 11 September 1987

Acquafresca dimiliki Inter, tapi sedang dipinjamkan ke Cagliari -- tempatnya menjadi kunci kelolosan klub Sardinia itu dari jeratan degradasi musim lalu dengan mencetak 10 gol. Musim ini, Acquafresca sudah mengemas enam gol, dan banyak laporan yang menyebutkan dirinya akan dipanggil kembali ke San Siro bulan ini. Striker jangkung ini pandai memanfaatkan keunggulan fisiknya untuk bola-bola atas, tapi masih kesulitan memanfaatkan peluang berupa bola rendah. Pemain setengah Polandia ini kerap dibandingkan dengan Luca Toni.

Jeremy Menez (AS Roma)
Gelandang serang -- 7 Mei 1987

Sebutan "Zinedine Zidane yang baru" juga disematkan untuknya, seperti pemain muda Prancis lain. Menez memang punya kemiripan dengan legenda sepakbola itu -- cepat, kemampuan tinggi, dan kreatif. Gelandang berusia 21 tahun ini dapat bermain di sayap kiri atau di tengah. Sejak didatangkan dari Monaco musim lalu, masa depan Roma diletakkan di bahu Menez.

Vincenzo Fiorillo (Sampdoria)
Kiper -- 13 Januari 1990

Italia disebut-sebut mulai kekurangan kiper muda berkualitas. Tapi, kehadiran penjaga gawang belia tim Primavera Sampdoria ini menyeruak di pemberitaan. Fiorillo, 18 tahun, sudah disebut-sebut sebagai "Gianluigi Buffon yang baru", dan jika Anda menyimak permainannya, Anda akan mengerti kenapa. Gaya keduanya identik. Fiorillo, dengan tinggi 190 cm, tampil menjulang di gawang Sampdoria, tenang dan mampu memimpin lini pertahanan. Musim lalu, Fiorillo menyabet gelar liga dan piala Primavera bersama Samp. Sudah menjalani debut Serie A, Fiorillo segera menjadi andalan Sampdoria senior.

Savio Nsereko (Brescia)
Gelandang serang -- 27 Juli 1990

Setelah menelurkan bakat-bakat baru seperti Hamsik dan Santacroce, Brescia kembali memunculkan Nsereko. Pemain kelahiran Ghana berpaspor Jerman ini masih berusia 19 tahun, dan sudah dianggap sebagai bintang masa depan. Nsereko bisa bermain sebagai gelandang serang di sayap kiri, atau di depan, dan terkenal berkat kelincahan dan kecerdasannya. Serangkaian klub besar sudah mengincar Nsereko, seperti Juventus dan Napoli, dan sangat mungkin pindah Januari ini.

Alexis Sanchez (Udinese)
Pemain depan/sayap -- 16 Desember 1988

Seperti halnya Pato, Sanchez dijuluki "El Niño Maravilla" (Anak Ajaib) dan menjadi salah satu pemain muda berbakat hebat di Serie A Italia. Kecepatan, teknik, dan giringan bola adalah kelebihan Sanchez. Dapat bermain di posisi sayap atau gelandang serang ortodoks, pemain asal Cili ini sudah mengemas dua gol di Serie A musim ini, termasuk gol hebat ke gawang Catania. Sayangnya, penampilan Sanchez, seperti tim yang dibelanya, menurun belakangan ini.

Beberapa pemain muda lain yang layak disimak:
Edison Cavani (Palermo), Zdravko Kuzmanovic (Fiorentina), Sokratis Papastathopoulos (Genoa), Stefan Radu (Lazio), Viktor Obinna (Inter), Simon Kjaer (Palermo), Mobido Diakite (Lazio), Alberto Paloschi (AC Parma/Milan), Domenico Criscito (Genoa/Juventus), Stefano Chuka Okaka (Roma), Eder(Frosinone), Lorenzo De Silvestri (Lazio), Fausto Rossi (Juventus).

Siapa pemain muda yang terbaik menurut Anda? Sampaikan pendapat Anda dalam formulir di bawah ini!

Malouda Ditukar Dengan Cicinho?


Daily Mirror melaporkan kalau Chelsea tengah mempertimbangkan pertukaran pemain mereka Florent Malouda dengan Cicinho (foto) dari AS Roma.

Scolari menginginkan timnya dapat bermain lebih baik dengan memanfaatkan lebarnya lapangan. Cicinho yang dapat bermain sebagai bek kanan atau winger kanan itu dirasakan lebih cocok dibandingkan Malouda.

Sejak bergabung di Stamford Bridge, Malouda tidak tampil dengan konsisten dan posisinya lebih sering diisi oleh Joe Cole atau Salomon Kalou.

Cicinho sendiri yang didapatkan Giallorossi dari Real Madrid telah menyatakan tidak ingin meninggalkan Roma walau klubnya dikabarkan ingin menggantikannya dengan Miguel dari Valencia.

Namun bila ia akhirnya keluar, maka The Blues akan mendapatkan saingan dari Bayern Muenchen dan juga beberapa klub papan atas Brasil.

Laporan dari Daily Mail menginformasikan kalau pertukaran antara Malouda dan Cicinho itu dapat bernilai sebesar £5 juta.

Roma Identifikasi Quagliarella Sebagai Pengganti Totti, Selain Fabio Quagliarella, Sergio Flocari juga dianggap layak menggantikan Francesco Totti.

AS Roma dikabarkan sedang berupaya memboyong striker Fabio Quagliarella (foto) dari Udinese untuk musim depan. Namun Pietro Leonardi, direktur olahraga Udinese, membantah sedang berunding dengan Giallorossi untuk melepas pemain andalannya.

Pers Italia menulis pelatih Luciano Spaletti tidak bisa lagi mengandalkan Francesco Totti, karena seringnya sang kapten istirahat panjang akibat cedera. Roma harus menemukan pengganti Totti, agar musim depan lebih bisa bersaing.

Pietro Leonardi telah mendengar kabar ini, tapi dia mengatakan sejauh ini belum ada pembicaraan dengan manajemen Roma.

"Yang juga saya tidak tahu adalah apakah Quaglirella akan dijual pada musim panas mendatang," kata Leonardi kepada Forzama.info.

"Tidak seorang pun bisa meramalkan yang akan terjadi. Saya juga belum dihubungi orang-orang dari AS Roma, termasuk Daniele Prade," lanjut Leonardi.

Leonardi juga menegaskan Udinese telah memutuskan tidak akan melakukan transaksi apa pun sepanjang Januari 2009. Artinya, tidak akan ada pemain inti yang dilepas, dan pemain lain datang ke Stadion Friuli.

Laporan lain menyebutkan Quagliarella bukan satu-satunya pemain yang diidentifikasi AS Roma sebagai pengganti Totti. Lainnya adalah Sergio Flocari, pemain Atalanta.

Alessio Cerci, mantan pemain AS Roma yang kini memperkuat Atalanta, mengatakan sesuatu yang luar biasa jika Giallorossi bisa memboyong Flocari.

"Sebelum saya tiba di Atalanta, saya tidak banyak tahu Sergio. Kini, setiap hari saya berlatih bersamanya, dan saya jamin dia pemain yang tepat untuk menggantikan Totti," kata Cerci.

Carlo Osti, direktur olahraga Atalanta, telah mengisyarakatkan siap berunding dengan Roma untuk melepas Flocari.

"Kami akan membiarkannya pergi pada musim panas, jika Roma mengajukan tawaran menarik. Kebijakan kami adalah membeli pemain muda, dan menjual mereka yang telah mapan," ujar Osti.

Sejauh ini, masih menurut Osti, Roma belum mengajukan tawaran. Jadi Atalanta tidak akan menjual pemainnya ke mana pun.

Baldini Yakin Roma Singkirkan Arsenal, Franco Baldini menjabat sebagai direktur Roma dari 1999 hingga 2005, dan pengalamannya menukangi timnas Inggris

Asisten Fabio Capello itu percaya Giallorossi mempunyai kekuatan yang cukup untuk menyingkirkan the Gunners dari ajang Liga Champions musim ini.

Undian 16 besar Liga Champions mempertemukan raksasa Italia dan Inggris, karena selain Roma versus Arsenal, Juventus akan menantang Chelsea dan Inter akan bertempur dengan juara bertahan Manchester United.

"Saya dapat mengatakan undian lebih berat untuk wakil Inggris. Sulit untuk membuat prediksi, karena skenario dapat berubah drastis dalam dua bulan, dengan cedera dan kebugaran yang menurun," kata Baldini kepada La Gazzetta dello Sport.

Roma lolos sebagai juara grup A di atas Chelsea dan tampaknya memiliki tugas lebih mudah di atas kertas. "Saya menjagokan Lupi, karena gaya sepakbola mereka dapat bersinar melawan tim seperti Arsenal," yakinnya.

Tentang pemain kedua tim, Baldini berkomentar, "Wenger tak akan mampu bergantung pada Fabregas, cahaya terang mereka, dan akan kehilangan Walcott yang menjalani operasi bahu. Tentang cedera Totti, saya yakin ia akan sembuh pada waktunya."